Mei 16, 2009

Tertawa Yang Sehat

Obat Paling Manjur

Para peneliti telah mempelajari efek tertawa terhadap manusia selama berpuluh-puluh tahun. Kasus seorang editor Saturday Review, Norman Cousins, yang tidak juga meninggal hingga tahun 1990 setelah menderita penyakit sumsum tulang belakang kronis pada tahun 1960-an, menarik perhatian para ilmuwan pada penerapan terapi humor. Ketika dokter pribadinya tidak mampu menolongnya dari rasa sakit yang luar biasa di punggungnya, Cousins membuat resep yang berbeda dari biasanya: dia menghabiskan waktu seharian untuk menonton film komedi kasar dan membaca buku-buku humor. Hasilnya sangat menakjubkan: setelah beberapa bulan, Cousins menyatakan bahwa dia sudah bebas dari rasa sakit.

Salah satu pendiri fakultas gelotologi ("gelos" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tawa"), William F. Fry, sorang profesor Universitas Stanford, juga melakukan penelitian terhadap dirinya sendiri di awal tahun 1960-an. Dia mengambil contoh darah dalam jangka waktu yang rutin sambil menonton "Laurel and Hardy" dan film-film komedi lainnya, lalu menganalisanya. Dia mendapatkan bahwa tawa mempertinggi aktivitas sistem sel kekebalan tubuh yang berfungsi untuk membasmi penyakit-penyakit menular.

Sejak saat itu, ilmu pengetahuan yang menyenangkan menjadi disiplin ilmu yang diakui. Para peneliti seperti Lee S. Berk dari Universitas Loma Linda, ahli imunologi, telah melakukan beberapa studi klinis yang membuktikan perubahan-perubahan fisiologis berikut saat kita tertawa:

- Kelenjar di bawah otak bisa mengeluarkan racun yang menekan rasa sakit.
- Produksi sel kekebalan tubuh meningkat.
- Tingkat kelenjar hormon kortison yang meningkat secara
terus-menerus saat seseorang mengalami stres dan yang menekan sistem kekebalan tubuh, berangsur-angsur berkurang. - Tingkat hormon adrenalin yang menyebabkan hipertensi dan gagal jantung menurun.
- Tingkat antibodi dalam darah dan air liur meningkat.
- Jumlah sel pembunuh alami meningkat sehingga mempercepat respons
antikanker alami dalam tubuh.

Para ahli lain sudah menemukan pentingnya kesehatan dalam hal yang tak lazim, khususnya Michael Christensen, wakil pendiri Big Apple Circus di New York. Saat pertama kali dia mulai memerankan "badut yang menjadi dokter", dia hampir tidak membayangkan betapa suksesnya penampilannya itu. Kini, sirkus Clown Care ini mempekerjakan lebih dari sembilan puluh pelawak yang didandani seperti dokter yang mengunjungi ruang perawatan anak di rumah sakit-rumah sakit di New York, Boston, dan kota-kota lainnya. Misi mereka adalah menggunakan lelucon untuk membuat hidup menjadi lebih menyenangkan bagi para pasien muda yang harus tinggal di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama karena beberapa penyakit seperti kanker dan diabetes. Banyak anak-anak yang mengalami kemajuan kesehatan ketika para pelawak itu datang; interaksi yang terjalin membantu mereka bersabar menghadapi kondisi mereka.

Jadi, saat hidup Anda tidak menyenangkan, tertawalah! Jika Anda tidak bisa menemukan sumber humor, setidaknya carilah cermin dan tersenyumlah dengan diri sendiri selama beberapa saat. Meskipun hal itu tidak menghapus beban pekerjaan Anda atau menghilangkan rasa jengkel Anda pada anak-anak, dengan tersenyum pada diri sendiri, Anda bisa memperbaiki suasana hati Anda dan menjauhkan Anda dari masalah Anda, meski hanya untuk sementara. (t/Setya)

Tidak ada komentar: